store.kintakun-bedcover.co.idJangan pernah menyerah, jangan berputus asa, sekalipun badai datang, rintangan menghadang dan cobaan menanti. Hal inilah yang harus saya lakukan selama menjadi guru pedalaman. Nama saya Maria Irani Sidi, biasa disapa Rani. Saya berasal dari Ende, Nusa Tenggara Timur. Di usia saya yang ke 24 tahun ini saya menjadi seorang guru pedalaman di tanah Papua tepatnya di kampung Yaur, Nabire Barat. Tentunya saya telah melewati suka duka selama menjadi guru pedalaman di Tanah Papua ini.

Bukan hal yang mudah memang menjalani hidup di tempat yang tidak memiliki jaringan dan listrik apalagi jauh dari keluarga. Belum lagi setiap bulan harus melakukan perjalanan laut selama 5-7 jam sebanyak 2 kali menggunakan perahu. Jika ingin menghubungi keluarga juga harus mendaki gunung untuk bisa mendapatkan jaringan, itupun tidak setiap saat bisa ke tempat tersebut, hanya ketika hari libur dan ada yang bersedia mengantar karena untuk mencapai gunung tersebut harus melakukan perjalanan laut lagi.

Bulan Juni 2020 merupakan saat dimana saya mendapatkan berita duka dari keluarga saya selama setahun menjadi guru pedalaman yang jauh dari keluarga. Kakak pertama saya harus melahirkan anak pertamanya diusia kehamilannya yang masih 6 bulan karena anaknya telah meninggal dari dalam kandungan. Dan saya tahu kejadian itu ketika sudah lewat seminggu saat saya bersama teman guru mendaki gunung untuk mencari jaringan. Betapa saya sangat terpukul ketika pertama kali mendengar berita itu. Berhari-hari saya merasa sedih bahkan setiap tengah malam saya selalu kaget terbangun dari tidur dan menangis memikirkan kakak dan keponakan saya yang telah meninggal bahkan sebelum melihat dunia. Saya selalu teringat kiriman pesan kakak saya tentang kejadian yang dialaminya itu. Di gunung tersebut saya hanya bisa melakukan komunikasi melalui chatting tidak bisa untuk telepon ataupun video call. Saya ingin sekali menelepon dan mendengar suaranya, berbagi kesedihan bersama dengan kakak kesayangan saya atau sekedar mengetahui setiap hari keadaannya baik-baik saja. Tugas saya cukup melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang sudah dipercayakan kepada saya, jangan pernah menyerah, dan berdoa untuk mereka yang ada di kampung halaman saya. Saya dapat menjadi berkat bagi orang lain dan Tuhan pun akan membalas berkalikali lipat berkat itu kepada kami. Itulah keyakinan yang menjadi kekuatan bagi saya.

Tak hanya dukungan dari keluarga, tapi juga kepada Kintakun Lovers yang terus memberikan dukungan dengan membeli produk dari Kintakun sehingga kami para guru dapat terus semangat mengajar anak-anak untuk menggapai mimpi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *