store.kintakun-bedcover.co.idTahukah kamu? Sebagian besar dari kita menghabiskan waktu sekitar 49-60 jam lebih/minggu untuk tidur di kasur. Itu waktu yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat, dan juga waktu untuk menumpuk keringat, minyak dan kotoran lainnya di sprei tempat tidur kita. Coba ingat, kapan terakhir kali kamu mengganti sprei tempat tidur?

Sebulan yang lalu? Dua bulan yang lalu? Atau tiga bulan yang lalu? Wow hati-hati Kinlov, tidak mengganti sprei dalam waktu yang lama bisa merugikan kesehatan lho! Ini karena sprei kotor dapat menyebabkan alergi, kulit berjerawat, asma dan banyak lagi penyakit lainnya.

Seberapa sering kita harus mengganti sprei?

mengganti sprei berapa hari sekali

Dilansir dari bestlifeonline.com. Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, kita harus mengganti sprei setidaknya seminggu sekali. Terutama jika kamu alergi terhadap tungau debu. Atau minimal 2 minggu sekali jika kamu tinggal di wilayah yang lebih dingin.

Seperti yang ditunjukkan oleh Mayo Clinic, “Tanda-tanda alergi tungau debu termasuk yang umum terjadi pada demam, seperti bersin dan pilek. Banyak orang dengan alergi tungau debu juga mengalami tanda-tanda asma, seperti mengi (napas bunyi) dan kesulitan bernapas.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dr Aragona Giuseppe, GP seorang dokter umum dan penasihat medis di prescriptiondoctor.com mengklaim bahwa mengganti sprei seminggu sekali adalah yang terbaik untuk kebersihan yang optimal.

“Mencuci pakaian dan sprei secara teratur, penting untuk kebersihan secara keseluruhan dan memastikan tubuh Anda tetap bersih dan sehat,” kata Dr Guiseppe.

“Jika Anda tidak sering mencuci pakaian, Anda bisa berisiko terinfeksi atau hanya merasa dan mencium bau. Sprei dan sarung bantal harus dicuci seolah-olah kotor, ini dapat menyebabkan jerawat, bintik-bintik dan masalah kulit lainnya karena bakteri kotor pada sprei berpindah ke kulitmu,” tambahnya seperti dikutip dari metro.co.uk.

Sementara itu, untuk perlengkapan tempat tidur lainnya seperti selimut, duvet, sarung bantal dan guling, sebaiknya juga dicuci setiap dua sampai tiga minggu sekali.

Apa yang terjadi jika kamu tidak mengganti sprei?

akibat tidak mengganti sprei

Sebelumnya pernah dibahas akibat tidak mengganti sprei, salah satunya adalah bakteri yang menempel di sprei bisa membuat kulit iritasi serta ruam. Termasuk bahaya asma yang mengintai jika kita jarang mengganti sprei. Selengkapnya bisa kamu cek DI SINI.

Dilansir dari thisoldhouse.com, “Yang benar-benar perlu dipahami orang adalah bahwa kita semua adalah kantong mikroba yang berjalan,” kata Jason Tetro, alias “The Germ Guy,” seorang ahli mikrobiologi di Kanada dan penulis The Germ Files. “Setiap jam, kita akan melepaskan bakteri dan jumlahnya bervariasi, tetapi jumlahnya jutaan setiap jam.” Ya, jutaan bakteri lho, ngeri ga sih?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Microbiology menemukan bahwa jumlah kontaminasi bakteri tertinggi pada sprei adalah di area kepala, paha dan kaki. Jika kamu tidur dengan posisi miring, napas kamu juga bisa mencemari sisi sprei dan sarung bantal dengan bakteri.

Bakteri berkembang

waktu ideal mengganti sprei

Bakteri membutuhkan tiga hal untuk berkembang di tempat tidur: air, makanan, dan kehangatan, kata Tetro. “Kecuali Anda tinggal di igloo, Anda akan mendapatkan kehangatan dan kemungkinan Anda akan mendapat makanan karena bakteri hidup di tubuh Anda,” katanya. “Mereka menyukai apa yang Anda berikan, yang meliputi kulit dan minyak.”

Apakah bakteri hidup dengan baik atau tidak tergantung pada konsentrasi air pada sprei kita. Kamu cenderung berkeringat dalam semalam? Merapikan tempat tidur segera setelah kamu bangun, bisa jadi menyediakan tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri.

“Jika Anda banyak berkeringat, Anda perlu mengeringkan sprei selama beberapa jam sebelum merapikan tempat tidur karena itu akan mengurangi kemungkinan air untuk tumbuhnya serangga,” jelas Tetro.

(Sprei yang terbuat dari bahan yang dapat bernapas, seperti bahan katun, microtex, atau microfiber akan menyerap kelembapan dan membuatmu tetap tenang saat tidur)

Ketika semua bakteri berasal dari tubuh kita sendiri, mereka relatif tidak berbahaya. “Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah sprei Anda akan berbau,” kata Tetro. Namun, begitu kamu mulai membawa bakteri dari luar, misalnya kamu naik transportasi umum, selesai beraktivitas di luar. Lalu melewatkan bersih-bersih, seperti mencuci tangan, atau mandi saat tiba di rumah, dan langsung pergi ke tempat tidur, tak dipungkiri masalah kecil bisa muncul. Diantaranya infeksi kulit, muncul jerawat, ruam merah, atau ketombe.

Cara mencuci sprei yang benar

Kita sekarang tahu bahwa sprei harus dicuci setiap minggu, tetapi bagaimana cara mencucinya dengan benar?

  1. Baca label produk dengan cermat untuk melihat apakah ada petunjuk perawatan khusus.
  2. Sprei kotor sebaiknya direndam dengan air panas dan detergen selama kurang lebih 30 menit. (Sesuaikan dengan bahan sprei, sprei katun umumnya dapat menangani air panas, sedangkan poliester dan beberapa bahan lainnya harus dicuci dengan air hangat)
  3. Gunakan deterjen yang lembut.
  4. Hindari merendam sprei dengan pakaian lain secara bersamaan. Kamu juga bisa sesekali menguceknya dengan lembut dan perlahan.
  5. Bilas dengan air bersih dan tambahkan pewangi secukupnya. Lalu peras atau keringkan hingga airnya berkurang.
  6. Jemur sprei hingga benar-benar mengering.
  7. Setrika sprei agar terlihat rapi, bersih, dan siap dipakai.

So, jangan malas ganti sprei ya, Kinlov! Karena beragam bahaya bisa mengintai kebersihan dan kesehatan tubuh kamu.

Sprei yang bersih tentu akan berpengaruh pada kenyamanan tidur kamu. Termasuk bahan dan kualitas sprei seperti sprei dari Kintakun Collection, yang selalu bisa memberikan kenyamanan ekstra setiap kali kamu beristirahat. Dengan tidur yang berkualitas, tubuh pasti akan jadi lebih terjaga. Cek koleksi lengkap sprei Kintakun DI SINI.

-47%
Rp 175,000 Rp 92,900

Hemat Rp 82,100

-46%
Rp 668,750 Rp 361,875

Hemat Rp 306,875

-51%
-63%
Rp 224,000 Rp 82,000

Hemat Rp 142,000

-43%
Rp 612,500 Rp 346,875

Hemat Rp 265,625

-47%
Rp 170,000 Rp 90,500

Hemat Rp 79,500

-47%
Rp 175,000 Rp 92,900

Hemat Rp 82,100

-51%
Rp 812,500 Rp 402,000

Hemat Rp 410,500

Leave a Reply

Your email address will not be published.