store.kintakun-bedcover.co.idJika kamu memerhatikan fitur sprei dan bedcover Kintakun D’luxe Gold Edition, mungkin kamu akan menemukan label SGS. Ini artinya produk tersebut telah teruji layak produksi dan layak pakai di bawah sebuah badan pengawasan umum bernama SGS. Sertifikasi SGS biasanya diberikan untuk membuat produk lebih terpercaya kualitasnya untuk digunakan oleh konsumen, termasuk sprei. Berikut informasi agar kamu mengenal sertifikasi SGS.

  • Apa itu Sertifikasi SGS?

Foto: SGS

Sertifikasi SGS dilakukan oleh sebuah perusahaan pengawasan umum yang bergerak di bidang layanan inspeksi, verifikasi, pengujian, serta sertifikasi suatu produk. Perusahaan tersebut bernama SGS (Societe Generale de Surveillance) yang berpusat di Jenewa, Swiss. Uji produk yang dilakukan oleh SGS bertujuan agar kualitas dan performa produk, keselamatan dan kesehatan, sistem, serta layanan telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah ataupun lembaga standardisasi.

  • Seberapa Penting SGS?

Foto: Unsplash

Mengutip laman SGS, sertifikasi SGS dilakukan pada suatu produk untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hal ini tertuang dalam ISO SGS, yang di antaranya meliputi; (1) sertifikasi kualitas manajemen sistem, yang mencakup fokus pelanggan, kepemimpinan, pendekatan proses, konteks organisasi, perbaikan, berkelanjutan {2} manajemen lingkungan strategis, (3) manajemen sistem kesehatan dan keselamatan kerja, (4) manajemen sistem keamanan informasi, dan (5) sertifikasi pengelolaan hutan. Jadi, SGS tidak hanya diperuntukan bagi produk tekstil saja, tetapi juga untuk seluruh jenis produk.

  • Cara Pengujian

Dalam proses sertifikasi SGS untuk sprei, dilakukan beberapa cara dan ketentuan. Salah satunya, sprei diuji dengan menyimpan tungau debu di permukaannya. Hewan berukuran kecil ini biasa dijumpai di pemukiman manusia, terutama tempat-tempat yang hangat dan alergi, termasuk seprai. Tungau debu bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit atau bagi kamu yang telah memiliki alergi, jika kulit berkenaan dengan tungau, bisa memicu alergi kambuh. Bila tungau debu tidak suka pada kain seprai, itu artinya kain sprei tersebut layak jual dan terbukti anti-bakteri.

  • Hasil Pengujian pada Kintakun D’luxe Gold Edition

Foto: Unsplash

Khusus untuk Kintakun, hasil uji SGS menyatakan bahwa setelah melewati proses pencucian 10 kali, kain yang digunakan sebagai bahan baku produk terbukti anti tungau (anti-mites). Dalam pengujian, 362 sampel kain Kintakun diuji tanpa perawatan khusus dan hanya dipanaskan pada suhu tinggi dan dicuci dengan air sulingan. Hasilnya menyatakan bahwa sampel tersebut 95 persen anti tungau. Selama pengujian, tungau yang berasal dari laboratorium digunakan untuk membuktikan apakah mereka betah hinggap pada kain tersebut atau tidak.

  • Pentingnya Sprei Anti-Bakteri

Dengan penggunaan bahan yang berkualitas, tak sedikit bahan sprei belakangan ini yang telah dinyatakan anti bakteri dan anti tungau. Hal ini guna melindungi penggunanya tetap aman dan nyaman saat menggunakan sprei. Selain itu, sprei anti-bakteri juga menjaga tempat tidurmu tetap bersih, apalagi jika kamu rutin merawatnya. Jadi, sebelum kamu membeli sprei, pastikan bahannya telah bersertifikat anti bakteri atau anti tungau, ya.

Untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan dari gangguan tungau, pilihlah produk Kintakun D’Luxe Gold  Edition yang telah dibekali sertifikat SGS. Dibuat dari bahan microtex terbaik, Kintakun D’Luxe Gold Edition memiliki tingkat kerapatan benang yang tinggi dibandingkan dengan kain sprei dan bedcover lainnya, sehingga lebih lembut dan tebal. Harganya pun ekonomis, murah, dan terjangkau. Yuk cek stoknya di sini atau marketplace kesayanganmu, ya.

 

Sumber: SGS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *