store.kintakun-bedcover.co.idPernahkah kamu mendengar istilah disperse print? Disperse print adalah proses pewarnaan pada kain dengan menggunakan bahan sintetis non-ionik, sehingga hasilnya sangat memuaskan dan tidak luntur. Teknik disperse print paling banyak digunakan di dunia tekstil. Dikenal baik dalam pewarnaan, teknik cetak ini juga bisa membuat warna menyatu seolah–olah menjadi bagian dari kain itu sendiri, lho. Teknik disperse print ini biasanya digunakan untuk kain berserat selulosa asetat, seperti nilon, poliester, akrilik, dan serat sintetis lainnya. Mau tahu penjelasan selengkapnya? Yuk, simak keunggulan teknik disperse print berikut.

Foto : Unsplash

 

  1. Memakai Tinta Dispersi

Foto : Unsplash

Tinta yang digunakan dalam proses teknik disperse print adalah tinta khusus yang tersublimasi. Tinta ini diterapkan pada kain dan akan menjadi bagian dari kain itu sendiri. Umumnya, tinta dispersi terdiri dari tiga jenis: dispersi energi rendah, sedang, dan tinggi. Namun, yang biasanya dipakai adalah tinta berdispersi rendah. Hal ini memudahkan untuk mentransfer warna dari kertas ke kain.

 

  1. Tak Lekang oleh Zaman

Foto : Unsplash

Teknik disperse print berawal pada tahun 1922, saat peneliti Green dan Saunders membuat satu senyawa azo yang berwarna, di mana kelompok pelarut, seperti metil sulfat, dapat melekat pada gugus amino. Saat direndam pada zat warna, perpaduan ini perlahan menghasilkan azo dan formaldehida bisulfat. Pada tahun 1953, Baddiley dan Ellis menyempurnakan campuran ini dengan sulpho ricinoleic. Senyawa inilah yang mampu mewarnai serat selulosa asetat yang ada pada kain nilon, poliester, akrilik, dan bahan sintetis lainnya, dan pada akhirnya dinamai “Disperse Dye”.

 

  1. Melalui Proses Pemanasan

Foto : Pixabay

Dalam proses pewarnaan dengan teknik disperse print, kain akan melalui proses pemanasan. Hal ini bertujuan agar pewarna menembus serat polimer, sehingga warna pada kain lebih tahan lama karena teradsorpsi pada kain dengan baik. Pertama, kain akan dipanaskan pada suhu 60 oC agar seluruh senyawa kimia terkumpul. Kemudian, di tahap terakhir suhunya dinaikkan menjadi 90-130 oC, lalu diturunkan lagi ke semula agar residu yang menempel pada kain hilang. Inilah yang menyebabkan warna menjadi tidak mudah luntur.

Itulah sedikit penjelasan mengenai disperse print pada kain. Untuk merasakan keunggulan teknik disperse print, kamu bisa mencobanya dengan sprei Kintakun Collections yang juga menerapkan teknik disperse print pada produknya sprei dan bedcovernya. Koleksi yang bisa kamu pilih adalah sprei D’Luxe yang berbahan MicroTex disperse, bermotif 3D, berwarna cerah, dan tentu saja anti luntur. Kamu bisa mendapatkannya di sini atau marketplace kesayanganmu.

 

Sumber:

textilelearner

textilestudycenter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *